BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Islam tidak
hanya sekedar sebuah agama namun juga di pandamg sebuahperadaban yang hingga kini masih tetap eksis. Seiring dengan berkembangnya jaman islam
menjadi lebih maju dengan banyaknya
tokoh- tokoh muslim. Jika pada jaman nabi para tokoh –tokoh muslim
memperjuangkan islam dengan berperang melawan para pemberontak namun pada masa-
masa berikutnya para tokoh- tokoh muslim hadir dengan berbagai karyanya yang
membuat islam makinberkembang pada masanya.
Pada bidang sains telah banyak ilmuan- ilmuan yang
turut bersumbangsih dalam dunia sains bahkan pemikiran – pemikiran ilmuan
tersebut menjadi dasar berkembangya ilmu
pengetahuan hingga saat ini. namun sayangnya seiring berkembangnya zaman tidak
sedikit dari mereka yang melupakan tokoh tersebut salah satunya adalah Ibnu Al-
Nafis
Pada makalah ini akan dibahas lebih lanjut mengenai
Ibnu Al- Nafis atau Ibnu Nafis. Tokoh kedokteran yang sering di sebut sebagai
the second avicena ( Ibnu sina ke dua ). Tokoh yang banyak bersumbangsih dalam
dunia kedokteran terutama peredaran darah manusia. Banyak pelajaran yang dapat
di ambil dari perjalanan hidup Ibnu Nafis.
B.
Rumusan Masalah
1. Bagaimana
perjalanan hidup Ibnu Nafis?
2. Apa
saja karya- karya Ibnu Nafis ?
3. Apa
hikmah yang dapat di ambil dari Ibnu Nafis?
C.
Tujuan
1. Mengetahui
perjalanan hidup dan biografi Ibnu Nafis
2. Mengetahui
karya-karya yang telah di ciptakan oleh Ibnu Nafis
3. Mengetahui
hikmah apa saja yang dapat diambil dari Ibnu Nafis
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Biografi Tokoh
A. Tempat Tanggal Lahir
Tokoh
yang akrab di panggil Ibnu Al- Nafis ini dilahirkan di Damakus pada 1213 dan
wafat pada tahun 1288 M. Nama lengkapnya adalah Ala-al-Din Abu Al-HAsan Ali Ibn
Al-Hazm Al-Qarshi Al- Dimasqhi. Oleh para pengaggumnya, Ibnu Nafis sering di
sebut The Second Avicena (Ibnu Sina
kedua). Masa kecilnya ia habiskan di Damaskus hinggaia menempuh pendidikan
dalam bidang kedokteran di Medical
College Hospital di bawah bimbingan Muhalthab Al-Din Abd Al-Rahim.[1]
Ketika Ibnu Nafis dilahirkan kota
Damaskus dipimpin oleh seorang sultan adil yaitu sultan Ayyubi. Kota Damaskus
padawaktu itu menjadi salah satu pusat keilmuan dan kesenian yang cukup penting
dengan segala aktifitasnya. Karena besarnya besarnya perhatian yang dilimpahkan
oleh sultan dalam bidang umum khususnya bidang kedokteran. [2]
Bukti kemajuan dari Dasmakus yaitu
adanya perpustakaan besar dan rumah sakit yang dibangun oleh sultan naruddin
Zanki dipertengahan abad ke 12 M.
Perpustakaan dan rumah sakit tersebutn menjadi pusat penyembuhan penyakit
hingga abad ke 18.
B. Riwayat Pendidikan
Ibnu
Nafis belajar ilmu bahasa, fikih, dan hadis di kota Homs, Syria. Ketika usianya
16 tahun, ke kota Damaskus. Sesampainya di sana ia mendaftar di rumah sakit
pendidikan yang bernama Al- Bimartsan An- Nuri. Di sinilah ia belajar ilmu
kedokteran pada Ad- Dakhwar
seorangdokter mata pada masanya.[3]
Tidak hanya puas belajar dengan guru
Ibnu Nafis juga juga menyempatkan diri membaca buku-buku karya ilmuan terkenal
lainya, seperti buku karangan Ibnu Sina, Galenus dan Descorade. Konon ada yang
mengatakan bahwa Ibnu Nafis hafal di luar kepala buku “Al- Qanun” karya Ibnu
Sina.[4]
Setelah menyelesaikan studi di
bidang kedokteran dan hokum islam Dasmakus, Ibnu Nafis meninggalkan tanah
kelahiranya menuju Kairo Mesir pada tahun 1236 M. Di Kairo ia belajar di Rumah
sakit AL- Nassitri.pada bidang keagamaan Ibnu Nafis mempelajari fikih bermadhab
Syafi’I dan menjadi guru besar di sekolah Al- Masrusiah di kota Kairo.[5]
C. Seting Sosial,
politik dan Budaya
Ibnu
Nafis memiliki tubuh yang agak kurus, jangkung dan pipinya licin. Semua itu
menunjukkan gaya jalanya yang dan penampilanya yang selalu rapi, berakhlak
lembut dan sangat sopan ketika bergaul dengan orang lain sebagaimana ia sangat
taat kepada Tuhan dan menjaga ajaran agamanya.
[6]
Tidak banyak yang diketahui dari
kehidupan pribadinya kecuali ia membujang sepanjang hidupnya. Mungkin itulah
yang membuatnya untuk lebih focus dalam belajar dan beraktivitas. Ibnu Nafis
jug dikenal sangat kaya raya seperti halnya kaya ilmu. Ada yang menceritakan
bahwa ia membangun rumah di kota Kairo dengan lantai kramik. Hal ini tidak
dapat dilakukan semua orang pada masanya. [7]
Ibnu Nafis adalah orang yang sangat
dermawan dengan harta dan pengetahuanya. Di antara kedermawananya adalah
wasiatnya terhadap rumahnya dan buku- bukunya disearahkan pada rumah sakit Al-
Manshuri. Ibnu Nafis juga selalu menemani murid- muridnya, bahkan sampai
dikatakan sebagai tali pegangan yang menyelamatkan orang yang akan tenggelam. Ia
juga tidak pernah menutup diri untuk ditimba ilmunya siang ataupun malam.[8]
Ibnu Nafis sering kali begadang,
banyak pikiran dan banyak kesibukan. Terkadang muncul ide- ide dari otaknya
sampai ia sulit mengabaikanya dari otaknya dan meluangkan waktu dari
pekerjaanya untuk menulis. Hal ini juga dilakukan meskipun ia berada pada tempat
asing sekalipun. Ia juga akan meletakan pulpen yang telah ia pernah di beri
pena dan mulai menulis apa saja yang terlintas di pikiranya. Tulisanya seperti
banjir yang sulit untuk dibendung. [9]
2.2 Pemikiran Tokoh
Ibnu
Nafis dikenal serig kali mengarang dan sangat cepat menyelesaikan karangannya.
Ia juga dipercaya atas setiap apa yang ditulisnya. Ia juga pernah berkata “
jika aku tidak mengetahui bahwa karangan- karanganku akan kekal selama seribu
tahun, maka aku tidak akam menulisnya.Ibnu Nafis juga mempelajari semua buku
yang ditulis oleh orang sebelumnya. Ia juga memiliki kepandaian dalam
menyanggah pendapat orang. Bahkan ia pernah menyanggah pendapat Galinus
(seorang dokter dan filsuf Yunani) yang pada waktu itu tidak semua orang berani menyanggahnya.[10]
Ibnu Nafis menjadi orang pertama
yang menerangkan secara tepat system peredaran darah pada manusia di paru-
paru. Memberikan gambaran mengenai saluran pernafasan dan interaksiantara
saluran darah. Kelbihan Ibnu Nafis adalah pendapat dan pemikiranya yang bebas
dari pengaruh barat. Dalam studinya ia
menggunakan beberapa metode yaitu observasi, survey, dan percobaan. Ia
mempelajari ilmu kedokteran melalui pengamatan gejala- gejala yang mempengaruhi
tubuh. [11]
Kontribusi AL- Nafis dalam bidang kedokteran tidak
hanya di bidang fisiologi tapi juga dikenal sebagai dokter yang mendukung
kedokteran ekperimental, postmoterm otopsi dan bedah. Sejara juga mencatat
bahwa ia sebagai dokter pertama yang menjelaskan konsep metabolism dalam tubuh
dan m engembangkan mengenai system anatomi, fisiologi, psikologi dan pulsologi.
[12]
Ibnu Nafis memiliki metode
penyembuhan tersendiri dalam menyembuhkan para pasienya. Ia lebih menekankan
makanan bergizi disbanding dengan obat-obatan. Metodenya ini banyak membuat
bangkrut apotek- apotek dan took rempah- rempah. Biasanya para dokter lebih
sering berpraktik dengan rempah- rempah namun tidak dengan Ibnu Nafis.Adapun ia
juga dikenal sebagai orang yang jujur dalam mengobati pasienya. Ia tidak malu-
malu dan berterus terang jika ia tidak nengetahui obat atas penyakit tersebut[13].
A.
Karya- Karya Ibnu Al- Nafis
Ibnu Al- Nafis telah menulis karya- karyanya dalam
berbagai disiplin ilmu. Di antaranya tentang sejarah ilmu hadist, ushul fikih, nahwu,
filsafat dan logika. Karya tulisnya dibidang kedokteran berjumlah 14 judul buku
yaitu:[14]
1. Asy
–Syaamil fith- Thibb adalah buku yang cukup besar dan diyakini penulisan buki
ini ingin mengumpulkan semua yang telah diterimanya dalam bidang kedokteran pada
masanya. Buku ini sekarangberada di perpustakaan rumah sakit al- manshuri di
Kairo.
2. Al-
Muhadzdzab fil Kahl adalah buku yang berisi tentang penyakit- penyakit mata dan
saat ini berada di perpustakaan Vatikan.
3. Al
–Mukhtaar minal Aghziyyah. Buku ini berbicara tentang gizi yang harus dipenuhi
oleh orang- orang sakit kronis. Buku ini sekarang berada di perpustakaan
berlin.
4. Syarh
Fushuul Adqirath termasuk buku yang terkenal yang ia karang berisi tentang
tulisan- tulisan terkenal adqirath dan buku ini sekarang berada di sejumlah
perpustakaan di Eropa.
5. Syarh
Taqdiimul Ma’rifah berisi tentang komentar terhadap beberapa ide Abqirath.
6. Ta’liiq Kitaabil Awbiah li Abqiraath ada di
Aya Shofia.
7. Syarh
Tasyriih Galiinus penisbatan buku ibnu
nafis pada Galiinus.
8. Syarh
Masaa’il Hunain bin Ishaq naskah asli buku ini berada di perpustakaan Belanda
namun, keaslianya masih dipertanyakan.
9. Syarhul
Qaanuun. Buku ini berada di New York.
10. Sarh
Mufradaat al- Qaanuun ada di Aya Shafia.
11. Muujazul
Qaanuun yang berisi tentang penjelasan singkat karya ibnu Sina naskah aslinya
berada di beberapa perpustakaaan di Eropa.
12. Tafaasiirul
‘Ilal wa Asbaabil Amraadh.
13. Syarhul
Hidaayah Fith- Thibb
14. Syarh
Tasyriih al- Qanuun buku ini membahas anatomi, rempah- rempah, dan penyakit.
Terdapat teks asli asli di kota Berlin.
2.3 Hikmah dan
Relevansi
Perjalanan
hidup ilmuan Ibnu Nafis memberikan banyak pelajaran diantaranya adalah Ibnu
Nafis adalah sosok orang yang terus belajar dan mengkaji ilmu- ilmu yang ia
dapat. Tidak jarang ia begadang unruk memikirkan ilmu- ilmu yang ia dapat. Ibnu
Nafis juga orang yang jujur dan terbuka dengan pasienya jika ia tidak
mengetahui jenis penyakit dan obatnya maka ia akan berterus terang. Dengan
muridnya ia juga panutan dimana ia tidak keberatan jika para muridnya banyak
menimba ilmu darinya.
Pada zaman modern ini teori- teori
yang dikembangkan oleh Ibnu Nafis banyak bermanfaat hingga zaman sekarang
diantaranya penemuan tentang peredaran darah, serta cara beroprasi darah
tersebut dengan sangat detail. Ibnu Nafis juga mengatakan bahwa jantung hanya
terdiri dari dua bilikdan salah satunya
penuh dengan darah dan salah satunya penuh dengan energy.
Semua penemuan dan kontribusi Ibnu
Nafis adalah menyempurnakan teori dari orang- orang sebelumnya dan memuliskan
jalan bagi orang- orang sesudahnya. Karena itu ia berhak menyandang gelar
sebagai salah satu ilmuan besar yang pernah ada di dunia.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Tokoh yang akrab di panggil Ibnu Al-
Nafis ini dilahirkan di Damakus pada 1213 dan wafat pada tahun 1288 M. Nama
lengkapnya adalah Ala-al-Din Abu Al-HAsan Ali Ibn Al-Hazm Al-Qarshi Al-
Dimasqhi. Oleh para pengaggumnya, Ibnu Nafis sering di sebut The Second Avicena (Ibnu Sina kedua).
Karya karya Ibnu nafis yang terkenal
berjumlah 14 buku ia juga bayak berkontribusi di bidang kedokteran. Dengan
banyak penemuan- penemuan yang hingga saat ini masih banyak digunakan. Karya –
karyanya banyak di simpan di perpustakaan- perpustakaan besar di berbagai
Negara terutama Eropa.
Dari perjalanan hidup Ibnu
Nafis diperoleh banyak pelajaran tenteng
sifatnya yang dermawan baik dalam harta maupun ilmu pengetahuan. Sifatnya yang
tidak mudah menyerah dan belajar ilmu- ilmu pengetahuan terutama kedokteran dan sifat jujur dan
terbuka pada pasienya yang saat ini sudah mulai luntur di kalangan masyarakat.
3.2 Saran
Pada penyusunan makalah- makalah berikutnya agar lebih
baik lagi dan dapat bermanfaat bagi para pembaca.
Daftar
Pustaka
Hadad
khalid,2009, 12 Tokoh Pengubah Dunia,
Jakarta : Gema insani
Haque M.
Atiqul, 2005,100 Pahlawan Muslim yang
Mengubah Dunia, Jogjakarta: Diglosia
Jaudah M. Gharib, 2007, 147 Imuan
Terkemuka dalam Sejarah Islam, Jakarta : Pustaka Al- Kautsar.
Rabbani, Wahid, 2010, Pahlawan
–Pahlawan Muslim, Jakarta : Sahara
Bill Scheppler,2012, Tokoh –Tokoh Kedokteran , Bandung : Muara
[2] Ibid
77
[3] Jaudah M. Gharib, 2007, 147 Imuan
Terkemuka dalam Sejarah Islam, Jakarta : Pustaka Al- Kautsar. Hal 130
[5] Ibid.hal 160
[7] Ibid. hal 123
[8] Ibid hal 133
[9] Bill Scheppler,2012, Tokoh –Tokoh Kedokteran , Bandung : Muara
[10] Jaudah M. Gharib, 2007, 147 Imuan
Terkemuka dalam Sejarah Islam, Jakarta : Pustaka Al- Kautsar. Hal 134
[11] Ibid. hal 134
[13] Ibid.hal 79
Tidak ada komentar:
Posting Komentar