BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR
BELAKANG
Air merupakan salah satu kebutuhan yang sangat
penting untuk kelangsungan hidup di bumi. Air juga terdapat pada salah satu
ayat Al- Quran surat al-An`am ayat 99

Artinya
: Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan
air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan
itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu
butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang
menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima
yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya
berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian
itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.(al-An`am :
99)
Air menurut ayat di atas merupakan
sumber kehidupan, karena seluruh bagian makhluk hidup 70% terdiri dari air. Tidak
hanya bagi manusia, makhluk hidup yang lain juga sangat membutuhkan air.
kekurangan air pada tubuh manusia bisa mneyebabkan dehidrasi karena ketahanan
tubuh manusia sangat bergantung pada berbagai fungsi air. Tumbuhan memerlukan
air untuk proses fotosintesis, respirasi dan transpirasi.
Air yang berkualitas untuk
dikonsumsi mempunyai standar 3B (tidak berwarna, berbau, dan beracun). dalam
kehidupan sekarang, adakalanya masyarakat melihat air yang berwarna keruh dan
berbau serta bercampur dengan benda-benda sampah antara lain seperti kaleng, plastik, dan sampah organik.
Sumber-sumber yang mengakibatkan air tersebut tercemar berasal dari mana-mana.
Contohnya limbah-limbah industri yang dibuang dan dialirkan ke sungai. Semua
akhirnya bermura di sungai dan pencemaran air ini dapat merugikan manusia
apabila mengkonsumsi air ini.
Berdasarkan pernyataan diatas maka
disusunlah makalah ini untuk menambah wawasan tentang berbagai macam pencemaran
air dan pengelolaan sumber daya air untuk digunakan sebaik mungkin mengingat
air yang semakin hari semakin tercemar dan keberadaanya sangat dibutuhkan oleh
seluruh makhluk hidup.
1.2 RUMUSAN
MASALAH
Rumusan masalah pada makalah ini adalah:
bagaimana cara mengelola air dengan baik ?
apa yang harus dilakukan untuk mengurangi pencemaran
air?
1.3 TUJUAN
Tujuan pembuatan makalah ini adalah:
Untuk mengetahui cara mengelola air dengan baik.
Untuk mengetahui apa saja yang harus dilakukan untuk
mengurangi pencemaran air.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Air
Air adalah senyawa yang penting bagi semua bentuk kehidupan di Bumi,. Air menutupi hampir 71%
permukaan Bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) tersedia di
Bumi. Air sebagian besar terdapat di laut (air asin) dan pada lapisan-lapisan es (di
kutub dan puncak-puncak gunung), akan tetapi juga dapat hadir sebagai awan, hujan, sungai, muka air tawar, danau, uap air, dan lautan es. Air
dalam obyek-obyek tersebut bergerak mengikuti suatu siklus air, yaitu: melalui penguapan, hujan,
dan aliran air di atas permukaan tanah (runoff, meliputi mata air, sungai, muara) menuju laut. Air bersih penting bagi kehidupan manusia. (Mulia,2005)
2.2 Pencemaran
Air
Air merupakan salah satu sumber daya alam yang mulai
terasa pengaruhya pada usaha memperluas kegiatan pertanian dan industri di
berbagai tempat di dunia. Besarnya kebutuhan air oleh makhluk hidup membuat air
menjadi tercemar. Pencemaran air dapat merupakan masalah, regional maupun
lingkungan global, dan sangat berhubungan dengan pencemaran udara serta
penggunaan lahan tanah atau daratan. Walaupun air merupakan sumber daya alam
yang dapat diperbaharui, tetapi air akan dapat dengan mudah terkontaminasi oleh
aktivitas manusia untuk tujuan yang bermacam-macam sehingga dengan mudah dapat
tercemar. (herlambang,2006)
Air yang tersebar di alam semesta ini tidak pernah
terdapat dalam bentuk
murni,
namun bukan berarti bahwa semua air sudah tercemar. Misalnya, walaupun di
daerah pegunungan atau hutan yang terpencil dengan udara yang bersih dan bebas
dari pencemaran, air hujan yang turun di atasnya selalu mengandung bahanbahan
terlarut, seperti karbon dioksida (CO2), oksigen (O2), dan nitrogen (N2), serta
bahan-bahan tersuspensi misalnya debu dan partikel-partikel lainnya yang
terbawa air hujan dari atmosfir. (Arsyad,. 2006)
Menurut WHO, saat ini terdapat 2 milyar
orang yang menyandang resiko menderita penyakit murus disebabkan oleh air dan
makanan. Penyakit ini merupkan penyebab utama kematian lebih dari 5 juta anak-
anak. Sumber- sumber air semakin di cemari oleh limbah industri yang tidak
diolah atau tercemar karena penggunaanya melebihi kapasitasnya untuk dapat
diperbaharui. Kalau tidak mengadakan perubahan radikal dalam cara kita
memanfaatkan air, mungkin saja suatu ketika air tidak lagi dapat digunakan
tanpa pengolahan khusus yang biayanya melewati jangkauan sumber daya ekonomi
bagi kebanyakan negara (Ekaputra, 2012)
2.3
Penyebab Pencemaran
Air
Penyebab terjadinya pencemaran air diataranya adalah (Ekaputra,
2012):
1.
Perilaku Manusia
Kodoatie dalam bukunya
yang berjudul Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu mengungkapkan bahwa faktor
utama krisis air adalah perilaku manusia guna mencukupi kebutuhan hidup yaitu
perubahan tata guna lahan untuk keperluan mencari nafkah dan tempat tinggal. Sebagian besar masyarakat Indonesia, menyediakan air
minum secara mandiri, tetapi tidak tersedia cukup informasi tepat guna hal hal
yang terkait dengan persoalan air, terutama tentang konservasi dan pentingnya
menggunakan air secara bijak. Masyarakat masih menganggap air sebagai benda
sosial.
2.
Penggundulan
Hutan
Kerusakan lingkungan yang makin parah akibat
penggundulan hutan merupakan penyebab utama kekeringan dan kelangkaan air
bersih. Kawasan hutan yang selama ini menjadi daerah tangkapan air (catchment
area) telah rusak karena penebangan liar. Laju kerusakan di semua wilayah
sumber air semakin cepat, baik karena penggundulan di hulu maupun pencemaran di
sepanjang DAS. Kondisi itu akan mengancam fungsi dan potensi wilayah sumber air
sebagai penyedia air bersih.
3.
Global
Warming
Pemanasan global telah memicu peningkatan suhu bumi
yang mengakibatkan melelehnya es di gunung dan kutub, berkurangnya ketersediaan
air, naiknya permukaan air laut dan dampak buruk lainnya. Seiring dengan
semakin panasnya permukaan bumi, tanah tempat di mana air berada juga akan
cepat mengalami penguapan untuk mempertahankan siklus hidrologi. Air permukaan
juga mengalami penguapan semakin cepat sedangkan balok-balok salju yang
dibutuhkan untuk pengisian kembali persediaan air tawar justru semakin sedikit
dan kecil
2.4.
Jenis Pencemaran Air
Pencemaran air terdiri dari bermacam-macam jenis, antara
lain (wardana,2001):
a.
Pencemaran Mikroorganisme dalam Air
Berbagai kuman penyebab penyakit pada makhluk hidup
seperti bakteri, virus, protozoa, dan parasit sering mencemari air. Kuman yang
masuk ke dalam air tersebut berasal dari buangan limbah rumah tangga maupun
buangan dari industri peternakan, rumah sakit, tanah pertanian dan lain
sebagainya. Pencemaran dari kuman penyakit ini merupakan penyebab utama
terjadinya penyakit pada orang yang terinfeksi. Penyakit yang disebabkan oleh
pencemaran air ini disebut water-borne disease dan sering ditemukan pada
penyakit tifus, kolera, dan disentri.
b.
Pencemaran Air oleh Bahan Anorganik Nutrisi Tanaman
Penggunaan pupuk nitrogen dan fosfat dalam bidang
pertanian telah dilakukan sejak lama secara meluas. Pupuk kimia ini dapat
menghasilkan produksi tanaman yang tinggi sehingga menguntungkan petani. Tetapi
dilain pihak, nitrat dan fosfat dapat mencemari sungai, danau, dan lautan.
Sebetulnya sumber pencemaran nitrat ini tidak hanya berasal dari pupuk
pertanian saja, karena di atmosfer bumi mengandung 78% gas nitrogen . Pada waktu
hujan dan terjadi kilat dan petir, di udara akan terbentuk amoniak dan nitrogen
terbawa air hujan menuju permukaan tanah. Nitrogen akan bersenyawa dengan
komponen yang kompleks lainnya.
c.
Pencemar Bahan Kimia Anorganik
Bahan kimia anorganik seperti asam, garam dan bahan
toksik logam lainnya seperti timbal (Pb), kadmium (Cd), merkuri (Hg) dalam
kadar yang tinggi dapat menyebabkan air tidak enak diminum. Disamping dapat
menyebabkan matinya kehidupan air seperti ikan dan organisme lainnya,
pencemaran bahan tersebut juga dapat menurunkan produksi tanaman pangan dan
merusak peralatan yang dilalui air tersebut (karena korosif).
d.
Pencemar Bahan Kimia Organik
Bahan kimia organik seperti minyak, plastik,
pestisida, larutan pembersih, detergen dan masih banyak lagi bahan organik
terlarut yang digunakan oleh manusia dapat menyebabkan kematian pada ikan
maupun organisme air lainnya. Lebih dari 700 bahan kimia organik sintetis
ditemukan dalam jumlah relatif sedikit pada permukaan air tanah untuk diminum
di Amerika, dan dapat menyebabkan gangguan pada ginjal, gangguan kelahiran, dan
beberapa bentuk kanker pada hewan percobaan di laboratorium. Tetapi sampai
sekarang belum diketahui apa akibatnya pada orang yang mengkonsumsi air
tersebut sehingga dapat menyebabkan keracunan kronis.
2.5 Akibat pencemaran air
Akibat yang akan ditimbulkan dari pencemaran air adalah sebagai berikut
(Ekaputra,2012):
- Meracuni sumber air minum
Air yang tercemar oleh logam-logam
berat yang masuk ke dalam tubuh melalui minuman dapat tertimbun dalam
organ-organ tubuh seperti ginjal, hati, limpa, saluran pencernaan lainnya
sehingga mengganggu fungsi organ tubuh tersebut. Selain itu pencemaran yang
disebabkan oleh zat radioaktif dapat menyebabkan penyakit kanker serta merusak
sel dan jaringan tubuh lainnya.
2.
Mengakibatkan penularan penyakit
Yaitu air
yang tercemar oleh virus dan bakteri. Misalnya bakteri coli yang dapat
menyebabkan penyakit saluran pencernaan (disentri, kolera, diare, types) atau
penyakit kulit.
2.
Merusak ekosistem air (membunuh ikan-ikan dan
organisme dalam air lainnya)
Penguraian sampah organik yang dalam penguraiannya memerlukan banyak
oksigen sehingga kandungan oksigen dalam air menjadi semakin sedikit yang
mengakibatkan ikan-ikan dan organisme dalam air kekurangan oksigen dan akhirnya
mengakibatkan kematian. Bahan pencemaran organik yang tidak dapat diuraiakan
oleh mikroorganisme sehingga akan menggunung dan mencemari air yang dapat
mengganggu kehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup di dalamnya. Bahan
pencemaran berupa endapan/sedimen yang menyebabkan air menjadi keruh, masuknya
sinar matahari berkurang, air kurang mampu mengasimilasi sampah sehingga
mengganggu kehidupan akuatik.
4. Mengakibatkan terjadinya bencana alam
Seperti
banjir yang diakibatkan karena tersumbatnya aliran sungai oleh sampah
masyarakat sehingga merugikan kehidupan masyarakat itu sendiri dan makhluk
hidup lain di sekitarnya.
2.6 Pengelolaan air
Pengelolaan air meliputi
strategi sebagai berikut (Sastrawijaya,
2000).:
- melindungi perairan agar terjaga kebersihannya sehingga dapat menjaga kelangsungan flora dengan menjaga perakaran tanaman dari gangguan fisik maupun kimiawi;
- mengusahakan cahaya matahari dapat menembus dasar perairan, sehingga proses fotosintesa dapat berjalan lancar
- menjaga agar fauna memangsa dan predator selalu seimbang dengan mempertahankan rantai makanan
- mempergunakan sumberdaya berupa air seefisien mungkin, sehingga zat hara yang ada dapat tersimpan dengan baik yang juga berarti sebagai penimpan energi dan materi;
Pada prinsipnya pengelolaan sumber daya alam air ini,
sangat bergantung pada bagaimana kita mempergunakan dan memelihara serta
memperlakukan sumber air itu menjadi seoptimal mungkin, tetapi tanpa merusak
ataupun mencemarinya dan juga mempertahankan keadaan lingkungan sebaik-baiknya.
2.5
Pencegahan Pencemaran Air
Mencegah agar tidak terjadi
pencemaran air, dalam aktivitas kita dalam memenuhi kebutuhan hidup hendaknya
tidak menambah terjadinya bahan pencemar antara lain tidak membuang sampah
rumah tangga, sampah rumah sakit, sampah/limbah industri secara sembarangan,
tidak membuang ke dalam air sungai, danau ataupun ke dalam selokan. Tidak
menggunakan pupuk dan pestisida secara berlebihan, karena sisa pupuk dan
pestisida akan mencemari air di lingkungan tanah pertanian. Tidak menggunakan
deterjen fosfat, karena senyawa fosfat merupakan makanan bagi tanaman air
seperti enceng gondok yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran air (Wisnuprapto,
1999).
Pencemaran air yang telah terjadi
secara alami misalnya adanya jumlah logam-logam berat yang masuk dan menumpuk
dalam tubuh manusia, logam berat ini dapat meracuni organ tubuh melalui
pencernaan karena tubuh memakan tumbuh-tumbuhan yang mengandung logam berat
meskipun diperlukan dalam jumlah kecil. Penumpukan logam-logam berat ini
terjadi dalam tumbuh-tumbuhan karena terkontaminasi oleh limbah industri.
Untuk menanggulangi agar tidak terjadi penumpukan logam-logam berat, maka
limbah industri hendaknya dilakukan pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan(Wisnuprapto,
1999)..
Limbah industri sebelum dibuang ke
tempat pembuangan, dialirkan ke sungai atau selokan hendaknya dikumpulkan di
suatu tempat yang disediakan, kemudian diolah, agar bila terpaksa harus dibuang
ke sungai tidak menyebabkan terjadinya pencemaran air. Bahkan kalau dapat
setelah diolah tidak dibuang ke sungai melainkan dapat digunakan lagi untuk
keperluan industri sendiri. Sampah padat dari rumah tangga berupa plastik atau
serat sintetis yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme dipisahkan,
kemudian diolah menjadi bahan lain yang berguna, misalnya dapat diolah menjadi
keset. Sampah organik yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme dikubur dalam
lubang tanah, kemudian kalau sudah membusuk dapat digunakan sebagai pupuk(Wisnuprapto,
1999).
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kesimpulan dari makalah ini adalah:
1.
Pengelolaan air
meliputi strategi sebagai berikut:
a.
melindungi perairan agar terjaga kebersihannya
sehingga dapat menjaga kelangsungan flora dengan menjaga perakaran tanaman dari
gangguan fisik maupun kimiawi;
b.
mengusahakan cahaya matahari dapat menembus dasar
perairan, sehingga proses fotosintesa dapat berjalan lancar
c.
menjaga agar fauna memangsa dan predator selalu
seimbang dengan mempertahankan rantai makanan
d.
mempergunakan sumberdaya berupa air seefisien mungkin,
sehingga zat hara yang ada dapat tersimpan dengan baik yang juga berarti
sebagai penimpan energi dan materi;
2. cara
mengurangi pencemaran air adalah :
a. Tidak
membuang sampah rumah tangga, sampah rumah sakit, sampah/limbah industri secara
sembarangan, tidak membuang ke dalam air sungai, danau ataupun ke dalam selokan
b. Tidak
menggunakan pupuk dan pestisida secara berlebihan, karena sisa pupuk dan
pestisida akan mencemari air di lingkungan tanah pertanian.
c. Tidak
menggunakan deterjen fosfat, karena senyawa fosfat merupakan makanan bagi
tanaman air seperti enceng gondok yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran
air
3.2 Saran
Sudah selayaknya manusia sebagai makhluk
paling sempurna mengelola air dengan sebaik mungkin perlu adanya kerja sama
antar individu untuk saling menjaga ekosistem air agar generasi berikutnya
dapat menikmati air yang layak.
Daftar
pustaka
Arsyad, sitanala. 2006.
Konservasi tanah dan air. jakarta
:Gama
Ekaputra,
eri. 2012. Dinamika Hasil Air Daerah Aliran Sungai Ditinjau Dari Keberlanjutan
Sumberdaya Air Untuk Pertanian, jurnal
pertanian, Vol 12 No 2
Herlambang Arie, 2006 Pencemaran Air dan Strategi
Penanggulanganya, Jurnal Kelautan, Vol 2, No 1
Mulia, R.M. 2005. Kesehatan Lingkungan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Sastrawijaya, A.T 2000. Pencemaran Lingkungan. Jakarta: Rineka
Cipta.
Wardhana, W.A. 2001. Dampak Pencemaran Lingkungan. Yogyakarta:
Andi
Wisnuprapto, 1999 Prinsip Dasar Pengendalian Pencemaran Air, Bandung :ITB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar