Jumat, 27 November 2015

semoga bermanfaat bagi yang membaca
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Peristiwa penyerbukan pada bunga biasanya dilanjutkan dengan pembuahan. Pembuahan menyebabkan bakal buah menjadi buah dan bakal biji menjadi biji. Perhiasan bunga dan benang sari biasanya layu, lalu gugur dan kemudian mengering. Namun di sisi lain bakal buah berkembang dan mengalami berbagai modifikasi histologis yang menyebabkan berbagai jaringan histologis berubah. Beberapa atau seluruh modifikasi dapat berperan dalam menghasilkan mekanisme untuk penyebaran biji. Jika diikuti perkembangannya, buah sebenarnya terdiri dari bakal buah yang telah dewasa.
Buah merupakan perkembangan dinding bakal buah dan terkadang juga bagian-bagian bunga lainnya. Buah adalah pertumbuhan sempurna dari bakal buah (ovarium). Setiap bakal buah berisi satu atau lebih bakal biji (ovulum), yang masing-masing mengandung sel telur. Bakal biji itu dibuahi melalui suatu proses yang diawali oleh peristiwa penyerbukan, yakni berpindahnya serbuk sari dari kepala sari ke kepala putik .
Buah  merupakan organ pada tumbuhan yang merupakan organ tumbuhan yang merupakan perkembangan lanjutan dari bakal buah (ovarium). Buah biasanya membungkus dan melindungi biji. Aneka rupa dan bentuk buah tidak terlepas dari fungsi utamanya yakni sebagai pemancar biji tumbuhan. Umumnya buah terbentuk setelah setelah terjadinya penerbukan dan pembuahan pada bagian bunga. Tetapi ada pula buah yang terbentuk tanpa adanya penyerbukan dan pembuahan yang iasa disebut partenokarpi. Pnokarpi sering ditemukan pada spesies ang berbii banyak seperti semangka, nanas dan tomat. Buah biasanya dimanfaatkan untuk konsumsi sehari- hari sebagai sumber vitamin selain itu buah juga memiliki nilai ekonomi. Pada makalah ini akan dianalisa jenis- jenis buah dan struktur anatominya.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Buah
Buah merupakan perkembangan dinding bakal buah dan terkadang juga bagian-bagian bunga lainnya. Buah adalah pertumbuhan sempurna dari bakal buah (ovarium). Setiap bakal buah berisi satu atau lebih bakal biji (ovulum), yang masing-masing mengandung sel telur. Bakal biji itu dibuahi melalui suatu proses yang diawali oleh peristiwa penyerbukan, yakni berpindahnya serbuk sari dari kepala sari ke kepala putik (Setjo, 2004).
Setelah serbuk sari melekat di kepala putik, serbuk sari berkecambah dan isinya tumbuh menjadi buluh serbuk sari yang berisi sperma. Buluh ini terus tumbuh menembus tangkai putik menuju bakal biji, di mana terjadi persatuan antara sperma yang berasal dari serbuk sari dengan sel telur yang berdiam dalam bakal biji, membentuk zigot yang bersifat diploid. Pembuahan pada tumbuhan berbunga ini melibatkan baik plasmogami, yakni persatuan protoplasma sel telur dan sperma, dan kariogami, yakni persatuan inti sel keduanya (Mauseth, 2003).
Setelah itu, zigot yang terbentuk mulai bertumbuh menjadi embrio (lembaga), bakal biji tumbuh menjadi biji, dan dinding bakal buah, yang disebut perikarp, tumbuh menjadi berdaging (pada buah batu atau drupa) atau membentuk lapisan pelindung yang kering dan keras (pada buah geluk atau nux). Sementara itu, kelopak bunga (sepal), mahkota (petal), benangsari (stamen) dan putik (pistil) akan gugur atau bisa jadi bertahan sebagian hingga buah menjadi. Pembentukan buah ini terus berlangsung hingga biji menjadi masak. Pada sebagian buah berbiji banyak, pertumbuhan daging buahnya umumnya sebanding dengan jumlah bakal biji yang terbuahi (Mauseth, 2003).

2.2 Manfaat Buah
Manfaat buah diantaranya adalah sebagai berikut:
a.       Sebagai tempat penimbunan hasil foto sintesis.
b.      Daging buah berfungsi melindungi biji dari pengaruh buruk lingkungan.
c.       Karena didalamnya terdapat biji,buah juga sering disebut sebagai alat perkembang biakan yang berfungsi untuk mempertahankan jenisnya atau melanjutkan keturunannya.

2.3 Klasifikasi
Secara umum, buah dibedakan atas buah sejati dan buah semu. sedangkanBuah semu adalah buah yang berasal dari bakal buah dan bagian-bagian bunga yang lain yang justru menjadi bagian utama pada buah.
2.3.1 Buah Sejati
Buah sejati adalah buah yang semata-mata berasal dari bakal buah.Buah sejati menurut asal pembentukannya dibedakan menjadi tiga bagian, yakni:
a.    Buah Sejati Tunggal
Buah sejati tunggal buah yang terbentuk dari satu bunga dengan satu bakal buah, yang berisi satu biji atau lebih. Buah dapat berisi satu biji atau lebih. Contoh Mangga (Mangifera indica), Carica papaya dan Durio zibethinus. Buah sejati tunggal dibedakan lagi menjadi buah sejati tunggal yang kering (siccus) dan buah sejati tunggal yang berdaging (carnosus).
1.      Buah sejati tunggal yang kering (Siccus)
Buah sejati tunggal yang kering adalah buah sejati tunggal yang bagian luarnya keras dan mengayu seperti kulit yang kering. Buah siccus dibedakan atas tujuh macam, yakni:
a.       Buah padi (caryopsis), yakni buah yang berdinding tipis, mengandung satu biji, dan kulit buah berlekatan dengan kulit biji. Contoh Oryza sativa dan Zea mays.
b.      Buah kurung (achenium), yakni buah berbiji satu yang tidak pecah, dinding buahnya tipis, berdampingan dengan kulit biji tetapi tidak berlekatan. Contoh Mirabilis jalapa dan Helianthus annuus.
c.       Buah keras (nux), yakni buah yang mempunyai kulit buah yang keras dan kaku. Contoh  castanea argentea.
d.      Buah keras bersayap (samara), yakni buah keras yang memiliki alat tamabahan berupa sayap. Contoh  suku Dipterocarpacea.
e.       Buah berbelah (schizocarpium), yakni buah yang mempunyai dua ruang atau lebih, tiap ruang berisi satu biji dan jiak pecah akan membentuk seperti buah kurung. Contoh Centella  asiatica.
f.       Buah kendaga (rhegma), yakni buah yang jika pecah, masing-masing akan pecah lagi sehingga bijinya akan keluar. Contoh Ricinus communis.
g.      Buah kotak, yakni suatu buah kering sejati yang mengandung banyak biji, terdiri atas satu atau banyak daun buah, jika masak lalu pecah,, tetapi kulit buah yang pecah sampai lama melekat pada tangkai buah. Contoh Samania saman.
2.      Buah Sejati Tunggal yang berdaging (Carnosus)
Buah sejati tunggal yang berdaging (carnosus)  umumnya memiliki tiga lapisan dinding buah, yakni  dinding luar (epicarpium), dinding tengah (mesocarpium) dan dinding dalam (endocarpium). Namun, pada beberapa jenis hanya terdiri dari dua lapisan.. Buah sejati yang berdaging dibedakan atas enam jenis, yakni :
a.       Buah Buni (bacca), yakni buah sejati berdaging yang hanya terdiri atas dua lapisan. Contoh Carica papaya.
b.      Buah mentimun (pepo), yakni buah buni yang  berasal dari tiga dau n buah yang melekuk kea rah dalam dan selanjutnya melekuk kembali kea rah luar membentuk sekat-sekat semula. Contoh Cvuucumis sativus.
c.       Buah jeruk (hesperidium), yakni buah  buni yang berdiferensiasi membentuk tiga jenis lapisan (flavedo, albedo dan endotesta). Contoh Cytrus sp.
d.      Buah batu (drupe), yakni buah yang memiliki tiga lapisan dinding buah yang keras seperti batu. Contoh Cocos  nucifera.
e.       Buah delima  contohPunica granatum.
f.       Buah apel (pomum), contoh Pyrus malus
b. Buah Sejati Ganda
Buah sejati ganda adalah buah terbentuk dari satu bunga yang memiliki banyak bakal buah. Masing-masing bakal buah tumbuh menjadi buah tersendiri, lepas-lepas, namun akhirnya menjadi kumpulan buah yang nampak seperti satu buah. Buah sejati ganda dibedakan menjadi empat jenis, yakni :
1.      Buah kurung ganda contoh Rosa sp.
2.      Buah batu ganda contoh Rubus fraxinifolius
3.      Buah bumbung ganda contoh Michelia champaka
4.      Buah buni ganda contoh Annona muricata
c.   Buah  Sejati Majemuk
Buah sejati majemuk adalah buah sejati yang terbentuk dari bunga majemuk. Dengan demikian buah ini berasal dari banyak bunga (dan banyak bakal buah), yang pada akhirnya seakan-akan menjadi satu buah saja.
Buah sejati majemuk dibedakan menjadi tiga, yakni:
1.    Buah buni majemuk, yakni buah yang berasal dari bunga majemuk yang masing-masing tumbuh menjadi buah buni. Contoh Ananas comosus.
2.    Buah batu majemuk, yakni buah yang berasal dari bunga majemuk yang tumbuh menjadi buah batu. Contoh  Pandanus tectorius.
3.    Buah kurung majemuk, yakni buah yang berasal dari bunga majemuk yang masing-masing tumbuh menjadi buah kurung. Contoh Helianthus anuus.

2.3.2 Buah Semu
Buah semu adalah buah yang berasal dari bakal buah dan bagian-bagian bunga yang lain yang justru menjadi bagian utama pada buah.Buah semu sering juga disebut buah tertutup.
a.    Buah Semu Tunggal
Buah semu tunggal yaitu, Buah semu yang terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah. Pada buah ini, selain bakal buah ada bagian lain bunga yang ikut membentuk buah, misalnya:
1.    Tangkai bunga, pada buah jambu mete ( anacardium oc. Cidentale L.), pada prosesnya buah ini berkembang akan tetapi tangkai bunga pada buah mete ikut tumbuh dan membesar serta berdaging tebal dan bagian tebal itu berisi cadangan makanan. Sedangkan buah yang yang sebenarnya adalah terletak diujung bagian yang membesar itu (metenya).
2.    Kelopak bunga, pada buah ciplukan (physalis minima L.). pada prosesnya buah ini berkembang akan tetapi kelopak bunga pada buah ciplukan termodifikasi sedemikian rupa sehingga bagian kelopak itu melebar dan membungkus bagian buah ciplukan sehingga buah yang sebenarnya tertutupi oleh kelopak yang melebar tadi. Untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah ini.
a.    Buah Semu Ganda
Buah semu ganda yaitujika pada suatu bunga terdapat lebih dari pada satu bakal buah yang bebas satu sama lain dan kemudian masing – masing dapat tumbuh menjadi buah, tetapi disamping itu ada bagian lain pada bunga tadi yang ikut tumbuh dan merupakan bagian buah yang menarik perhatian (dan seringkali berguna). Misalnya buah arbe (Fragraria vesca L.) pada prosesnya bakal buah yang banyak dan bebas satu sama lain tadi akan tumbuh dan berkembang, akan tetapi bagian bunga ( dasar bunga) pada buah arbe ikut tumbuh dan membesar serta berdaging tebal dan bagian tebal itu berisi cadangan makanan. Sedangkan buah yang yang sebenarnya adalah yang tampak seperti titik – titik hitam kecil.
b.    Buah Semu Majemuk
Buah semu majemuk yaitu, buah semu yang terjadi dari bunga majemuk, tetapi seluruhnya dari luar tampak seperti satu buah saja misalnya buah nangka (Artocharpus Integra Merr.), yang terjadi dari ibu tangkai bunga yang tebal dan berdaging, beserta daun tenda bunga pada ujungnya berlekatan satu sama lain, sehingga merupakan kulit buah semu ini.

2.4 Dinding Buah
Dinding buah, yang berasal dari perkembangan dinding bakal buah pada bunga, dikenal sebagai perikarp (pericarpium). Perikarp ini sering berkembang lebih jauh, sehingga dapat dibedakan atas dua lapisan atau lebih. Yang di bagian luar disebut dinding luar, eksokarp (exocarpium), atau epikarp (epicarpium); yang di dalam disebut dinding dalam atau endokarp (endocarpium); serta lapisan tengah (bisa beberapa lapis) yang disebut dinding tengah atau mesokarp (mesocarpium). Namun asal jaringan dapat berbeda-bed, sebab ada yang berasal dari dinding bakal buah, dan ada pula yang bersatu dengan jaringa tambahan (Hidayat, 1995).
Pada sebagian buah, khususnya buah tunggal yang berasal dari bakal buah tenggelam, kadang-kadang bagian-bagian bunga yang lain (umpamanya tabung perhiasan bunga, kelopak, mahkota, atau benangsari) bersatu dengan bakal buah dan turut berkembang membentuk buah. Jika bagian-bagian itu merupakan bagian utama dari buah, maka buah itu lalu disebut buah semu. Itulah sebabnya menjadi penting untuk mempelajari struktur bunga, dalam kaitannya untuk memahami bagaimana suatu macam buah terbentuk (Tjitrosoepomo, 1989)

2.5 Buah Kering
2.5.1 Buah Kering Membuka
Buah kering yang membuka merupakan buah yang berkembang dari satu karpel (Hidayat, 1995). Dinding buah pecah atau membuka umunya terdapat pada buah yan berbiji banyak. Contoh buah kering pecah ialah buah polong. Eksokarp mungkin hanya terdiri atas epidermis saja atau epidermis dan lapisan subepidermis, keduanya tersusun dari sel-sel berdinding tebal. Mesokarp biasanya parenkimatis dan berdinding tipis, sedangkan endokarp biasanya terdiri atas beberapa deret sel yang berdinding tebal.
Secara terminologi buah kering membuka dibedakan menjadi buah bumbung yang memiliki bentuk seperti polongan dan membuka biasanya disisi ventral, contohnya Delphinium; buah polongan yaitu buah membuka menjadi dua katub melalui katub ventral dan dorsal, pada Leguminoae; buah sinkarp yaitu buah yang berkembang dari bakal buah yang terdiri dari dua karpel atau lebih; buah lobak (silikua) yaitu buah mirip polongan yang terdiri dari dua karpel; kapsula atau buah kotak yaitu buah yang dibentuk dua karpel atau lebih.
Cara membuka pada buah kering berbeda-beda, yaitu secara:
1.      Lokulisidal: membuka dari ujung distal kea rah bawah melalui berkas pembuluh dorsal (misalnya, Iris) atau di antara karpel.
2.      Septisidal: membuka mulai ujung buah ke pangkal dan terjadi di antara karpel, seperti pada Hypericum.
3.      Septifragal: dinding luar buah memisahkan diri dari sekat pemisah yang tetap melekat pada sumbu.
4.      Berpori: melalui pori kecil dalam pericarp, seperti pada beberapa spesies Papaver.
Struktur Anatomi
            Buah kering yang membuka dapat diamati pada buah polongan sejumlah besar Fabaceae. Buah tersebut berasal dari bakal buah superus yang terdiri dari satu karpel. Buah membuka pada sambungan pelekatan karpel dan melalui punggungnya.Pada pericarp buah kedelai (Glycine max) dibedakan lapisan eksokarp yang dibentuk oleh epidermis luar dn hypodermis, keduany berdinding tebal, parenkim esokarp, dan endocarp yang mencakup beberapa lapisan sel sklerenkim dan epidermis dalam. Hipodermis dan sklerenkim terdiri dari sel-sel yang panjang, namun sumbu panjang setiap macam sel arahnya tegak lurus sesamanya (Hidayat, 1995).
Pada Phaseolus, epidermis berhubungan erat dan merupakan sumber kerusakan tekstur pada buah yang diproses untuk dijual dalam kaleng atau dibekukan sebab dapat lepas dan meninggalkan permukaan yang kasar, yang kurang disukai konsumen. Parenkim di bawah hipodermis yang meluas hingga sklerenkim berisi kloroplas dengan butir pati. Parenkim ini mengelilingi jalinan ikatan pembuluh kecil dekat sklerenkim yang menghubungkan berkas pembuluh median dengan yang lateral. Sklerenkim berasosiasi dengan ikatan pembuluh, terutama dengan yang median dan lateral, merupaka sumber dari sifat berserabut yang ditemukakn pada varietas tertentu(Hidayat, 1995).
2.5.1 Buah Kering yang Tidak Membuka
Struktur perikarp buah kering yang tak membuka sering menyerupai kulit biji. Pada Asteraceae, sebagian jaringan kulit biji yang sesungguhnya dapat hilang, atau seperti pada kariopsis Gramineae, bersatu dengan perikarp (Hidayat, 1995).
Secara terminology buah kering yang tidak membuka terdiri dari (Fahn, 1999):
a.       Akenium, buah berbiji satu yang dibentuk oleh satu karpel. Contoh: Ranunculus, strawberry, Helianthus annuus
b.      Kariopsis, buah berbiji satu yang dinding bijinya melekat pada dinding buah. Contoh: jagung (Zea mays), gandum
c.       Sizokarp, berkembang dari bakal buah berkarpel banyak yang pada waktu masak terpisah-pisah menjadi sejumlah akenium. Contoh: Malvaceae
d.      Nuks (nut) atau buah geluk, buah berbiji satu dengan dinding yang mengeras, sebagianatau seluruhnya dikelilingi olehcawan atau cangkang (oak, hazelnut).

2.6 Buah Berdaging
Pada buah berdaging, dinding terdiri dari perikarp atau bersatu dengan jaringan tambahan. Bagian dalam atau luar dinding buah, atau keseluruhannya, bisa menjadi berdaging dengan adanya diferensiasi menjadi parenkim lunak atau sukulen (tebal, berair). Selain dinding, plasenta dan sekat (dalam buah berlokulus banyak) juga bisa menjadi berdaging (Hidayat, 1995).
            Secara terminologi buah berdaging dibedakan (Hidayat, 1995):
a.    Buah buni: perikarpnya tebal serta berair dan dapat dibedakan tiga lapis: eksokarp paling luar dan sering mengandung zat warna buah, mesokarp yaitu, lapisan tengah yang paling dalam berupa selaput. Disebelah dalam buah yang perikarpnya berdaging ini dapat ditemukan sebutir atau sejumlah biji misalnya anggur dan tomat. Buhah jeruk juga tergolong buah buni (Hidayat, 1995).
b.    Hesperidium ialah buah baka yangterspesialisasi memiliki daging buah yang berminyak, mengandung kelenjar lisigen.
-       eksokarp / flavedo, epidermis  luar, berkutikula, beberapa lapis parenkim subepidermis padat, mengandung kelenjar minyak dan sel berkristal.
-       mesokarp / albedo, parenkim dengan ruang antara sel besar (aerenkim) dan diantaranya terdapat jaringan pembuluh.
-       endocarp, epidermis dalam dan beberapa lapis parenkim yang padat. Pada bagian ini dihasilkan kantung berisi cairan. contoh : Citrus maxima, Citrus sinensis.
c.    Buah baka dengan kulit/daging buah tebal dan bagian eksokarp memiliki tonjolan/pola (accessory rind)contoh : Cucurbita moschata, Cucumis melo
d.   Drupa – buah umumnya berbiji satu, memiliki dinding buah yang berdaging di bagian luarnya dan keras di bagian dalamnya(endocarp mengeras) contoh : Mangifera indica, aprikot, plum, olive, raspberry, Cocos nucifera (Fahn, 1999).
2.7 struktur anatomi                                                                                                            1. Buah dengan kulit yang jelas
Dalam kelompok ini bagian berdaging terbatas pada bagian dalam, seperti pada cucurbitaceae. Eksokarp  atau flafedo terdiri dari epidermis luar yang dilapisi kutikula dan parnkim sub epidermalyang merapat dan berisi sel kristal. Mesokarp atau albedo terdiri dari parenkim ruang antar sel besar dan banyak. Endokarp terdiri dari beberapa lapis parenkim yang rapat selnya. Buah dengan kulit yang jelas misalnya pada buah jeruk.
    2.Buah dengan kulit yang tidak jelas
Pada buah ini bagian yang berdaging mencakup perikarp, sekat, dan plasenta. Jaringan plasenta memasuki ruang antara bakal biji. Menjelang buah masak, plasenta akan berdeverensiasi menjadi lendir. Perubahan warna saat proses pemasakan terjadi karena transformasi kloroplas menjadi kromoplas. Contok buah dengan kulit yang tidak jelas adalah tomat.
2.8 PERKEMBANGAN  BUAH
Pengetahuan tentang perkembangan buah dari segi  hortikultura terpusat pada uah berdaging. Pola perkembangan buah terdapat dua macam yaitu sigmoid dan sigmoid ganda. Perkembangan ini mengakibatkan penambahan ukuran buah yaitu penebalan dan  pembesaran sel secara berurutan.  Pada  umumnya penambahan ukuran awal bergantung pada perbanyakan sel yang dimulai sebelum bunga mekar dan diteruskan setelah pembuahan. Stadium ini secara bertahap diganti oleh perluasan sel yang memakan waktu paling lama. Pola seperti itu misalnya terjdi pada jeruk.
Kebanyakan buah menunjukkan bahwa perkembangan ruang antar sel dalam parenkim buah berdaging merupakan bagian besar  dari pertambahan volume. Misalnya pada buah apel yang 25% adalah ruang antar sel. Pertumbuhan volume pada paruh terakhir waktu pertumbuhanya lebih cepat daripada penambahan berat yang mengiringi buah. Namun pada beberapa buah juga dapat mengalami yang sebaliknya yaitu pertambahan berat yang lebih besar daripada pertambahan volume seperti padabuah anggur.
Dalam pembentukan buah secara  urut terjadi tiga macam jaringan dengan genom yang berbeda, yakni sporofit induk, (2n), embrio (2n) dan endosperm (3n). Pada masa perkembangan yang berbeeda, pertumbuhan tersebar  secara berbeda pula pada berbagai bagian buah. Pada buah batu misalnya, perbesaran pertama terjadi pada bagian sporofit bakal biji. Setelah itu pertumbuhan terbatas pada endosperm, embrio, dan berakhir dengan perluasan mesokarp. Pusat tumbuh pada perkembangan buah dapat berbeda- beda sesuai dengan taksa. Misalnya pada buah apel, terutam terdiri  dari  jaringan induk, sedangkan pada buah padi terutama dari endosperm.
Penyebaran peristiwa pembelahan sel dan pembesaran sel yang  terpolarisasi merupakan sifat dasar morfogenesis dan telah diikuti buah yang sedang tumbuh. Perubahan dalam arah perumbuhan menyebabakan perubahan dalam prbandingan panjang terhadap garis tengah buah. Perkembangan buah diatur oleh faktor eksterna dan internal. Salah satu faktor internal adalah perkembangan biji. Zat pengatur tumbuh tertentu berkaitan dengan pendewasaan buah oleh etilen.
                2.9 Absisi Buah
                Kecenderungan buah untuk gugur sebelum masak merupakan masalah hortikula. Buah dapat berabsisi pada berbagai tahap perkembanganya. Pada saat masak, absisi terjadi saat biji masih ada dalam buah atau sesudah biji membuka. Tempat daerah absisi beragam menurut buah yang berbeda-beda. Buah tertentu memiliki daerah absisi lebih dari satu.  Taraf deverensiasi dari daerah absisi juga beragam. Absisi buah sebelum masa panen dapat merugikan .



DAFTAR PUSTAKA

Baharudin, Struktur dan fungsi tumbuhan, www.google,com 21 Januari 2008

Fahn, A. 1982. Anatomi Tumbuhan edisi 3. Yogyakarta: UGM press

Hidayat, E. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Bandung : ITB

Marisa, Juliana, Struktur dan fungsi tumbuhan,www.google.com. 20 Maret 2008

Mauseth, James D. (2003). Botany: an introduction to plant biology. Boston: Jones and Bartlett Publishers

Setjo, susetyoadi, dkk. 2004. Anatomi Tumbuhan. Malang : JICA

Tjitrosoepomo, Gembong (1989). Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). Gadjah Mada Univ. Press

Yuniati, wulan, anatomi tumbuhan, Jakarta : IPB Bandung