BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Peristiwa penyerbukan pada bunga biasanya
dilanjutkan dengan pembuahan. Pembuahan menyebabkan bakal buah menjadi buah dan
bakal biji menjadi biji. Perhiasan bunga dan benang sari biasanya layu, lalu
gugur dan kemudian mengering. Namun di sisi lain bakal buah berkembang dan
mengalami berbagai modifikasi histologis yang menyebabkan berbagai jaringan
histologis berubah. Beberapa atau seluruh modifikasi dapat berperan dalam
menghasilkan mekanisme untuk penyebaran biji. Jika diikuti perkembangannya,
buah sebenarnya terdiri dari bakal buah yang telah dewasa.
Buah
merupakan perkembangan dinding bakal buah dan terkadang juga bagian-bagian
bunga lainnya. Buah adalah pertumbuhan sempurna dari bakal
buah (ovarium). Setiap bakal buah berisi satu atau lebih bakal biji (ovulum),
yang masing-masing mengandung sel telur.
Bakal biji itu dibuahi
melalui suatu proses yang diawali oleh peristiwa penyerbukan,
yakni berpindahnya serbuk sari
dari kepala sari ke kepala putik .
Buah
merupakan organ pada tumbuhan yang merupakan organ tumbuhan yang
merupakan perkembangan lanjutan dari bakal buah (ovarium). Buah biasanya
membungkus dan melindungi biji. Aneka rupa dan bentuk buah tidak terlepas dari
fungsi utamanya yakni sebagai pemancar biji tumbuhan. Umumnya buah terbentuk
setelah setelah terjadinya penerbukan dan pembuahan pada bagian bunga. Tetapi
ada pula buah yang terbentuk tanpa adanya penyerbukan dan pembuahan yang iasa
disebut partenokarpi. Pnokarpi sering ditemukan pada spesies ang berbii banyak
seperti semangka, nanas dan tomat. Buah biasanya dimanfaatkan untuk konsumsi sehari-
hari sebagai sumber vitamin selain itu buah juga memiliki nilai ekonomi. Pada
makalah ini akan dianalisa jenis- jenis buah dan struktur anatominya.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Buah
Buah
merupakan perkembangan dinding bakal buah dan terkadang juga bagian-bagian
bunga lainnya. Buah adalah pertumbuhan sempurna dari bakal
buah (ovarium). Setiap bakal buah berisi satu atau lebih bakal biji (ovulum),
yang masing-masing mengandung sel telur.
Bakal biji itu dibuahi
melalui suatu proses yang diawali oleh peristiwa penyerbukan,
yakni berpindahnya serbuk sari dari
kepala sari ke kepala putik (Setjo, 2004).
Setelah serbuk sari melekat
di kepala putik, serbuk sari berkecambah dan isinya tumbuh menjadi buluh serbuk
sari yang berisi sperma. Buluh ini terus tumbuh menembus tangkai putik menuju
bakal biji, di mana terjadi persatuan antara sperma yang berasal dari serbuk
sari dengan sel telur yang berdiam dalam bakal biji, membentuk zigot
yang bersifat diploid.
Pembuahan pada tumbuhan berbunga ini melibatkan baik plasmogami,
yakni persatuan protoplasma sel telur dan sperma, dan kariogami,
yakni persatuan inti sel keduanya (Mauseth,
2003).
Setelah itu, zigot yang
terbentuk mulai bertumbuh menjadi embrio (lembaga), bakal biji tumbuh menjadi
biji, dan dinding bakal buah, yang disebut perikarp, tumbuh menjadi
berdaging (pada buah batu atau drupa) atau membentuk lapisan pelindung
yang kering dan keras (pada buah geluk atau nux). Sementara itu, kelopak
bunga (sepal), mahkota (petal), benangsari (stamen) dan
putik (pistil) akan gugur atau bisa jadi bertahan sebagian hingga buah
menjadi. Pembentukan buah ini terus berlangsung hingga biji menjadi masak. Pada
sebagian buah berbiji banyak, pertumbuhan daging buahnya umumnya sebanding
dengan jumlah bakal biji yang terbuahi (Mauseth,
2003).
2.2 Manfaat Buah
Manfaat
buah diantaranya adalah sebagai berikut:
a.
Sebagai tempat penimbunan hasil
foto sintesis.
b.
Daging buah berfungsi melindungi
biji dari pengaruh buruk lingkungan.
c.
Karena didalamnya terdapat
biji,buah juga sering disebut sebagai alat perkembang biakan yang berfungsi
untuk mempertahankan jenisnya atau melanjutkan keturunannya.
2.3 Klasifikasi
Secara umum, buah dibedakan atas buah sejati
dan buah semu. sedangkanBuah semu adalah buah yang berasal dari bakal buah dan bagian-bagian
bunga yang lain yang justru menjadi bagian utama pada buah.
2.3.1 Buah Sejati
Buah sejati adalah buah yang semata-mata
berasal dari bakal buah.Buah sejati menurut asal pembentukannya dibedakan
menjadi tiga bagian, yakni:
a.
Buah Sejati Tunggal
Buah sejati tunggal buah yang terbentuk dari satu bunga dengan satu
bakal buah, yang berisi satu biji atau lebih. Buah dapat berisi satu biji atau
lebih. Contoh Mangga (Mangifera indica), Carica papaya dan Durio
zibethinus. Buah sejati tunggal dibedakan lagi menjadi buah sejati tunggal
yang kering (siccus) dan buah sejati tunggal yang berdaging (carnosus).
1.
Buah sejati tunggal yang kering
(Siccus)
Buah
sejati tunggal yang kering adalah buah sejati tunggal yang bagian luarnya keras
dan mengayu seperti kulit yang kering. Buah siccus dibedakan atas tujuh macam,
yakni:
a.
Buah padi
(caryopsis), yakni buah yang berdinding tipis, mengandung satu biji,
dan kulit buah berlekatan dengan kulit biji. Contoh Oryza sativa dan Zea
mays.
b.
Buah kurung (achenium), yakni
buah berbiji satu yang tidak pecah, dinding buahnya tipis, berdampingan dengan
kulit biji tetapi tidak berlekatan. Contoh Mirabilis jalapa dan Helianthus
annuus.
c.
Buah keras (nux), yakni buah
yang mempunyai kulit buah yang keras dan kaku. Contoh castanea
argentea.
d.
Buah keras bersayap (samara),
yakni buah keras yang memiliki alat tamabahan berupa sayap. Contoh suku
Dipterocarpacea.
e. Buah berbelah (schizocarpium), yakni buah yang mempunyai dua ruang
atau lebih, tiap ruang berisi satu biji dan jiak pecah akan membentuk seperti
buah kurung. Contoh Centella asiatica.
f.
Buah kendaga (rhegma), yakni
buah yang jika pecah, masing-masing akan pecah lagi sehingga bijinya akan
keluar. Contoh Ricinus communis.
g.
Buah kotak, yakni suatu buah
kering sejati yang mengandung banyak biji, terdiri atas satu atau banyak daun
buah, jika masak lalu pecah,, tetapi kulit buah yang pecah sampai lama melekat
pada tangkai buah. Contoh Samania saman.
2.
Buah Sejati Tunggal yang berdaging
(Carnosus)
Buah sejati tunggal yang berdaging (carnosus) umumnya memiliki
tiga lapisan dinding buah, yakni dinding luar (epicarpium), dinding
tengah (mesocarpium) dan dinding dalam (endocarpium). Namun, pada beberapa
jenis hanya terdiri dari dua lapisan.. Buah sejati yang berdaging dibedakan
atas enam jenis, yakni :
a.
Buah Buni (bacca), yakni buah
sejati berdaging yang hanya terdiri atas dua lapisan. Contoh Carica papaya.
b.
Buah mentimun (pepo), yakni
buah buni yang berasal dari tiga dau n buah yang melekuk kea rah dalam
dan selanjutnya melekuk kembali kea rah luar membentuk sekat-sekat semula.
Contoh Cvuucumis sativus.
c. Buah jeruk (hesperidium), yakni buah buni yang berdiferensiasi
membentuk tiga jenis lapisan (flavedo, albedo dan endotesta). Contoh Cytrus
sp.
d.
Buah batu (drupe), yakni buah
yang memiliki tiga lapisan dinding buah yang keras seperti batu. Contoh Cocos
nucifera.
e.
Buah delima contohPunica
granatum.
f.
Buah apel (pomum), contoh Pyrus
malus
b. Buah Sejati Ganda
Buah sejati ganda adalah buah terbentuk dari
satu bunga yang memiliki banyak bakal buah. Masing-masing bakal buah tumbuh
menjadi buah tersendiri, lepas-lepas, namun akhirnya menjadi kumpulan buah yang
nampak seperti satu buah. Buah sejati ganda dibedakan menjadi empat jenis,
yakni :
1.
Buah kurung ganda contoh Rosa
sp.
2.
Buah batu ganda contoh Rubus
fraxinifolius
3.
Buah bumbung ganda contoh Michelia
champaka
4.
Buah buni ganda contoh Annona
muricata
c. Buah Sejati
Majemuk
Buah sejati majemuk adalah buah sejati yang
terbentuk dari bunga majemuk. Dengan demikian buah ini berasal dari banyak
bunga (dan banyak bakal buah), yang pada akhirnya seakan-akan menjadi satu buah
saja.
Buah sejati majemuk dibedakan menjadi tiga, yakni:
1.
Buah buni majemuk, yakni buah
yang berasal dari bunga majemuk yang masing-masing tumbuh menjadi buah buni.
Contoh Ananas comosus.
2.
Buah batu majemuk, yakni buah
yang berasal dari bunga majemuk yang tumbuh menjadi buah batu. Contoh Pandanus
tectorius.
3. Buah kurung majemuk, yakni buah yang berasal dari bunga majemuk yang
masing-masing tumbuh menjadi buah kurung. Contoh Helianthus anuus.
2.3.2 Buah Semu
Buah semu adalah buah yang berasal dari
bakal buah dan bagian-bagian bunga yang lain yang justru menjadi bagian utama
pada buah.Buah semu sering juga disebut buah tertutup.
a.
Buah Semu Tunggal
Buah semu tunggal yaitu, Buah semu yang
terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah. Pada buah ini, selain bakal
buah ada bagian lain bunga yang ikut membentuk buah, misalnya:
1.
Tangkai bunga, pada buah jambu
mete ( anacardium oc. Cidentale L.), pada prosesnya buah ini
berkembang akan tetapi tangkai bunga pada buah mete ikut tumbuh dan membesar
serta berdaging tebal dan bagian tebal itu berisi cadangan makanan. Sedangkan
buah yang yang sebenarnya adalah terletak diujung bagian yang membesar itu
(metenya).
2.
Kelopak bunga, pada buah
ciplukan (physalis minima L.). pada prosesnya buah ini berkembang akan
tetapi kelopak bunga pada buah ciplukan termodifikasi sedemikian rupa sehingga
bagian kelopak itu melebar dan membungkus bagian buah ciplukan sehingga buah
yang sebenarnya tertutupi oleh kelopak yang melebar tadi. Untuk lebih jelasnya
lihat gambar dibawah ini.
a.
Buah Semu Ganda
Buah semu ganda yaitujika pada suatu bunga
terdapat lebih dari pada satu bakal buah yang bebas satu sama lain dan kemudian
masing – masing dapat tumbuh menjadi buah, tetapi disamping itu ada bagian lain
pada bunga tadi yang ikut tumbuh dan merupakan bagian buah yang menarik
perhatian (dan seringkali berguna). Misalnya buah arbe (Fragraria vesca L.)
pada prosesnya bakal buah yang banyak dan bebas satu sama lain tadi akan tumbuh
dan berkembang, akan tetapi bagian bunga ( dasar bunga) pada buah arbe ikut
tumbuh dan membesar serta berdaging tebal dan bagian tebal itu berisi cadangan
makanan. Sedangkan buah yang yang sebenarnya adalah yang tampak seperti titik –
titik hitam kecil.
b.
Buah Semu Majemuk
Buah semu majemuk yaitu, buah semu yang
terjadi dari bunga majemuk, tetapi seluruhnya dari luar tampak seperti satu
buah saja misalnya buah nangka (Artocharpus Integra Merr.), yang
terjadi dari ibu tangkai bunga yang tebal dan berdaging, beserta daun tenda
bunga pada ujungnya berlekatan satu sama lain, sehingga merupakan kulit buah
semu ini.
2.4 Dinding Buah
Dinding
buah, yang berasal dari perkembangan dinding bakal buah pada bunga,
dikenal sebagai perikarp (pericarpium).
Perikarp ini sering berkembang lebih jauh, sehingga dapat dibedakan atas dua
lapisan atau lebih. Yang di bagian luar disebut dinding luar, eksokarp
(exocarpium), atau epikarp
(epicarpium); yang di dalam disebut dinding dalam atau endokarp
(endocarpium); serta lapisan tengah (bisa beberapa lapis) yang disebut dinding tengah atau mesokarp (mesocarpium). Namun
asal jaringan dapat berbeda-bed, sebab ada yang berasal dari dinding bakal
buah, dan ada pula yang bersatu dengan jaringa tambahan (Hidayat, 1995).
Pada
sebagian buah, khususnya buah tunggal yang berasal dari bakal buah tenggelam,
kadang-kadang bagian-bagian bunga yang lain (umpamanya tabung perhiasan bunga,
kelopak, mahkota, atau benangsari) bersatu dengan bakal buah dan turut
berkembang membentuk buah. Jika bagian-bagian itu merupakan bagian utama dari
buah, maka buah itu lalu disebut buah
semu. Itulah sebabnya menjadi penting untuk mempelajari struktur bunga,
dalam kaitannya untuk memahami bagaimana suatu macam buah terbentuk (Tjitrosoepomo, 1989)
2.5 Buah Kering
2.5.1
Buah Kering Membuka
Buah kering yang membuka merupakan buah yang
berkembang dari satu karpel (Hidayat, 1995). Dinding
buah pecah atau membuka umunya terdapat pada buah yan berbiji banyak. Contoh
buah kering pecah ialah buah polong. Eksokarp mungkin hanya terdiri atas
epidermis saja atau epidermis dan lapisan subepidermis, keduanya tersusun dari
sel-sel berdinding tebal. Mesokarp biasanya parenkimatis dan berdinding tipis,
sedangkan endokarp biasanya terdiri atas beberapa deret sel yang berdinding
tebal.
Secara
terminologi buah kering membuka dibedakan menjadi buah bumbung yang memiliki
bentuk seperti polongan dan membuka biasanya disisi ventral, contohnya
Delphinium; buah polongan yaitu buah membuka menjadi dua katub melalui katub
ventral dan dorsal, pada Leguminoae; buah sinkarp yaitu buah yang berkembang
dari bakal buah yang terdiri dari dua karpel atau lebih; buah lobak (silikua) yaitu
buah mirip polongan yang terdiri dari dua karpel; kapsula atau buah kotak yaitu
buah yang dibentuk dua karpel atau lebih.
Cara
membuka pada buah kering berbeda-beda, yaitu secara:
1. Lokulisidal: membuka dari ujung distal kea
rah bawah melalui berkas pembuluh dorsal (misalnya, Iris) atau di antara karpel.
2. Septisidal: membuka mulai ujung buah ke
pangkal dan terjadi di antara karpel, seperti pada Hypericum.
3. Septifragal: dinding luar buah memisahkan
diri dari sekat pemisah yang tetap melekat pada sumbu.
4. Berpori: melalui pori kecil dalam pericarp,
seperti pada beberapa spesies Papaver.
Struktur
Anatomi
Buah kering yang membuka dapat
diamati pada buah polongan sejumlah besar Fabaceae. Buah tersebut berasal dari bakal buah superus yang terdiri dari satu karpel.
Buah membuka pada sambungan pelekatan karpel dan melalui punggungnya.Pada pericarp buah kedelai (Glycine max)
dibedakan lapisan eksokarp yang dibentuk oleh epidermis luar dn hypodermis,
keduany berdinding tebal, parenkim esokarp, dan endocarp yang mencakup beberapa
lapisan sel sklerenkim dan epidermis dalam. Hipodermis dan sklerenkim terdiri
dari sel-sel yang panjang, namun sumbu panjang setiap macam sel arahnya tegak
lurus sesamanya (Hidayat, 1995).
Pada Phaseolus,
epidermis berhubungan erat dan merupakan sumber kerusakan tekstur pada buah
yang diproses untuk dijual dalam kaleng atau dibekukan sebab dapat lepas dan
meninggalkan permukaan yang kasar, yang kurang disukai konsumen. Parenkim di
bawah hipodermis yang meluas hingga sklerenkim berisi kloroplas dengan butir
pati. Parenkim ini mengelilingi jalinan ikatan pembuluh kecil dekat sklerenkim
yang menghubungkan berkas pembuluh median dengan yang lateral. Sklerenkim
berasosiasi dengan ikatan pembuluh, terutama dengan yang median dan lateral,
merupaka sumber dari sifat berserabut yang ditemukakn pada varietas tertentu(Hidayat, 1995).
2.5.1
Buah Kering yang Tidak Membuka
Struktur perikarp buah kering yang tak
membuka sering menyerupai kulit biji. Pada Asteraceae, sebagian jaringan kulit
biji yang sesungguhnya dapat hilang, atau seperti pada kariopsis Gramineae,
bersatu dengan perikarp (Hidayat, 1995).
Secara terminology buah kering yang tidak membuka terdiri
dari (Fahn, 1999):
a. Akenium, buah
berbiji satu yang dibentuk oleh satu karpel. Contoh: Ranunculus, strawberry,
Helianthus annuus
b. Kariopsis, buah berbiji satu yang
dinding bijinya melekat pada dinding buah. Contoh: jagung (Zea mays),
gandum
c. Sizokarp,
berkembang dari bakal buah berkarpel banyak yang pada waktu masak
terpisah-pisah menjadi sejumlah akenium. Contoh: Malvaceae
d. Nuks (nut) atau buah geluk,
buah berbiji satu dengan dinding yang mengeras, sebagianatau seluruhnya
dikelilingi olehcawan atau cangkang (oak, hazelnut).
2.6 Buah Berdaging
Pada buah berdaging, dinding terdiri dari perikarp atau bersatu
dengan jaringan tambahan. Bagian dalam atau luar dinding buah, atau
keseluruhannya, bisa menjadi berdaging dengan adanya diferensiasi menjadi
parenkim lunak atau sukulen (tebal, berair). Selain dinding, plasenta dan sekat
(dalam buah berlokulus banyak) juga bisa menjadi berdaging (Hidayat, 1995).
Secara
terminologi buah berdaging dibedakan (Hidayat, 1995):
a.
Buah buni: perikarpnya tebal serta
berair dan dapat dibedakan tiga lapis: eksokarp paling luar dan sering
mengandung zat warna buah, mesokarp yaitu, lapisan tengah yang paling dalam
berupa selaput. Disebelah dalam buah yang perikarpnya berdaging ini dapat ditemukan
sebutir atau sejumlah biji misalnya anggur dan tomat. Buhah jeruk juga tergolong buah buni
(Hidayat, 1995).
b. Hesperidium ialah buah baka
yangterspesialisasi memiliki daging buah yang berminyak, mengandung kelenjar
lisigen.
- eksokarp / flavedo, epidermis luar, berkutikula,
beberapa lapis parenkim subepidermis padat, mengandung kelenjar minyak dan sel
berkristal.
- mesokarp / albedo, parenkim dengan ruang antara sel
besar (aerenkim) dan diantaranya terdapat jaringan pembuluh.
- endocarp, epidermis dalam dan beberapa lapis
parenkim yang padat. Pada bagian ini dihasilkan kantung berisi cairan. contoh
: Citrus maxima, Citrus sinensis.
c. Buah baka
dengan kulit/daging buah tebal dan bagian eksokarp memiliki tonjolan/pola
(accessory rind)contoh : Cucurbita moschata, Cucumis melo
d. Drupa – buah
umumnya berbiji satu, memiliki dinding buah yang berdaging di bagian luarnya
dan keras di bagian dalamnya(endocarp mengeras) contoh : Mangifera indica,
aprikot, plum, olive, raspberry, Cocos nucifera (Fahn, 1999).
2.7 struktur anatomi 1. Buah dengan kulit yang jelas
Dalam kelompok ini bagian berdaging
terbatas pada bagian dalam, seperti pada cucurbitaceae. Eksokarp atau flafedo terdiri dari epidermis luar yang
dilapisi kutikula dan parnkim sub epidermalyang merapat dan berisi sel kristal.
Mesokarp atau albedo terdiri dari parenkim ruang antar sel besar dan banyak.
Endokarp terdiri dari beberapa lapis parenkim yang rapat selnya. Buah dengan
kulit yang jelas misalnya pada buah jeruk.
2.Buah dengan kulit yang tidak jelas
Pada buah ini bagian yang berdaging
mencakup perikarp, sekat, dan plasenta. Jaringan plasenta memasuki ruang antara
bakal biji. Menjelang buah masak, plasenta akan berdeverensiasi menjadi lendir.
Perubahan warna saat proses pemasakan terjadi karena transformasi kloroplas
menjadi kromoplas. Contok buah dengan kulit yang tidak jelas adalah tomat.
2.8 PERKEMBANGAN
BUAH
Pengetahuan tentang perkembangan buah dari segi hortikultura terpusat pada uah berdaging.
Pola perkembangan buah terdapat dua macam yaitu sigmoid dan sigmoid ganda.
Perkembangan ini mengakibatkan penambahan ukuran buah yaitu penebalan dan pembesaran sel secara berurutan. Pada
umumnya penambahan ukuran awal bergantung pada perbanyakan sel yang
dimulai sebelum bunga mekar dan diteruskan setelah pembuahan. Stadium ini
secara bertahap diganti oleh perluasan sel yang memakan waktu paling lama. Pola
seperti itu misalnya terjdi pada jeruk.
Kebanyakan buah menunjukkan bahwa perkembangan ruang
antar sel dalam parenkim buah berdaging merupakan bagian besar dari pertambahan volume. Misalnya pada buah
apel yang 25% adalah ruang antar sel. Pertumbuhan volume pada paruh terakhir
waktu pertumbuhanya lebih cepat daripada penambahan berat yang mengiringi buah.
Namun pada beberapa buah juga dapat mengalami yang sebaliknya yaitu pertambahan
berat yang lebih besar daripada pertambahan volume seperti padabuah anggur.
Dalam pembentukan buah secara urut terjadi tiga macam jaringan dengan genom
yang berbeda, yakni sporofit induk, (2n), embrio (2n) dan endosperm (3n). Pada
masa perkembangan yang berbeeda, pertumbuhan tersebar secara berbeda pula pada berbagai bagian
buah. Pada buah batu misalnya, perbesaran pertama terjadi pada bagian sporofit
bakal biji. Setelah itu pertumbuhan terbatas pada endosperm, embrio, dan
berakhir dengan perluasan mesokarp. Pusat tumbuh pada perkembangan buah dapat
berbeda- beda sesuai dengan taksa. Misalnya pada buah apel, terutam
terdiri dari jaringan induk, sedangkan pada buah padi
terutama dari endosperm.
Penyebaran peristiwa pembelahan sel dan pembesaran sel
yang terpolarisasi merupakan sifat dasar
morfogenesis dan telah diikuti buah yang sedang tumbuh. Perubahan dalam arah
perumbuhan menyebabakan perubahan dalam prbandingan panjang terhadap garis
tengah buah. Perkembangan buah diatur oleh faktor eksterna dan internal. Salah
satu faktor internal adalah perkembangan biji. Zat pengatur tumbuh tertentu
berkaitan dengan pendewasaan buah oleh etilen.
2.9
Absisi Buah
Kecenderungan buah untuk gugur
sebelum masak merupakan masalah hortikula. Buah dapat berabsisi pada berbagai
tahap perkembanganya. Pada saat masak, absisi terjadi saat biji masih ada dalam
buah atau sesudah biji membuka. Tempat daerah absisi beragam menurut buah yang
berbeda-beda. Buah tertentu memiliki daerah absisi lebih dari satu. Taraf deverensiasi dari daerah absisi juga
beragam. Absisi buah sebelum masa panen dapat merugikan .
Fahn, A. 1982. Anatomi Tumbuhan
edisi 3. Yogyakarta: UGM press
Hidayat, E. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Bandung : ITB
Mauseth, James D. (2003). Botany:
an introduction to plant biology. Boston: Jones and Bartlett Publishers
Setjo, susetyoadi, dkk.
2004. Anatomi Tumbuhan. Malang : JICA
Tjitrosoepomo, Gembong (1989). Taksonomi
Tumbuhan (Spermatophyta). Gadjah Mada Univ. Press
Yuniati, wulan, anatomi tumbuhan,
Jakarta : IPB Bandung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar