Nama : Ilham Siti Rukhana
Nim :13620060
Kelas :Biologi B
dewasa ini bakteri tidak hanya menjadi hal yang berbahay bagi manusia namun bakteri kini telah banyak dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan baik pada bidang industri, pertanian, pertambangan bahkan dalam bidang kesehatan. Agar bakteri yang dimanfaatkn sesuai dengan kebutuhan maka harus dilakukan identifikasi bakteri terlebih dahulu. berikut adalah cara yang digunakan dalam identifikasi bakteri:
IDENTIFIKASI
BAKTERI
1.
Pemeriksaan Mikroskopis
a. Pemeriksaan Langsung
Pemeriksaan langsung digunakan untuk mengamati
pergerakan, dan pembelahan secara biner, mengamati bentuk dan ukuran sel yang
alami, yang pada saat mengalami fixasi panas serta selama proses pewarnaan
mengakibatkan beberapa perubahan. Cara yang paling baik adalah dengan membuat
sediaan tetesan gantung.
b. Pewarnaan
Teknik
pewarnaan dikelompokkan menjadi beberapa tipe, berdasarkan respon sel bakteri terhadap
zat pewarna dan sistem pewarnaan yang digunakan.
a). Untuk pemisahan kelompok bakteri digunakan
pewarnaan Gram, dan pewarnaan acidfast /tahan asam untuk Mycobacterium.
b). Untuk melihat struktur digunakan pewarnaan
flagel, pewarnaan kapsul, pewarnaan spora, dan pewarnaan nukleus. Pewarnaan
Neisser atau Albert digunakan untuk melihat granula metakromatik (volutin
bodies) pada Corynebacterium diphtheriae. Untuk semua prosedur pewarnaan
mikrobiologis dibutuhkan pembuatan apusan lebih dahulu sebelum melaksanakan
beberapa teknik pewarnaan yang spesifik. Caranya tidak sulit tetapi membutuhkan
kehati-hatian dalam pembuatannya.
Teknik dasar pewarnaan sel bakteri
untuk pengamatan mikroskopik ensial diantaranya:
1).
Agar Garam Mannitol
Mengandung
konsentrasi garam tinggi (7,5% NaCl), yang dapat menghambat pertumbuhan kebanyakan
bakteri, kecuali staphylococcus. Media ini juga mengadakan fungsi differensial karena
mengandung karbohidrat mannnitol, dimana beberapa staphylococcus dapat melakukan
fermentasi , phenol red (pH indikator) digunakan untuk mendeteksi adanya asam hasil
fermentasi manitol. staphylococcusi ini memperlihatkan suatu zona berwarna
kuning di
sekeliling
pertumbuhannya, staphylococcus yang tidak melakukan fermentasi tidak akan menghasilkn
perubahan warna.
2).
Agar Darah
Darah
dimasukkan ke dalam medium untuk memperkaya unsur dalam penanaman mikroorganisme
pilihan seperti Streptococcus sp. Darah juga akan memperlihatkan sifat hemolysis
yang dimiliki streptococcusi.
3).
Agar McConkey
Menghambat
pengaruh kristal violet terhadap pertumbuhan bakteri gram-positif, selanjutnya bakteri
gram-negatif dapat diisolasi. Media dilengkapi dengan karbohidrat (laktosa),
garam empedu, dan neutral red sebagai pH indikator yang mampu membedakan
bakteri enterik sebagai dasar kemampuannya untuk memfermentasi laktosa. Pada
dasarnya bakteri enterik dipisahkan ke dalam dua kelompok:
4).
Agar Eosin-Methylene Blue (EMB agar)
Laktosa
dan zat pewarna eosin serta metilen biru mampu membedakan antara enterik fermenter
laktosa dengan nonfermenter sebaik identifikasi terhadap basilus colon Escherichia
coli. Koloni E. coli tersebut kelihatan biru kehitaman dengan kilat hijau logam/metalik
yang disebabkan besarnya kuantitas asam yang dihasilkan dan pengendapan zat
pewarna di atas permukaan pertumbuhan. Bakteri coliform lain seperti
Enterobacter aerogenes terbentuk tebal, mukoid, koloni berwarna pink diatas
medium ini. Bakteri enterik nonfermenter laktosa membentuk koloni tidak
berwarna maka kelihatan transparan, kelihatan di atas medium yang berwarna ungu
(merah lembayung). Medium ini juga dapat menghambat pertumbuhan bakteri
gram-positif, sedangkan bakteri gram-negatif tumbuh lebih baik.
5).
Agar DarahTelurit
Untuk
megisolasi Corynebacterium digunakan agar darah telurit (Mc Leod), sebagai
media selektif, setelah inkubasi selama 24 jam koloni bakteri terlihat berwarna
abu-abu tua-hitam. Selanjutnya untuk biakan murni Corynebacterium digunakan
media perbenihan Loeffler dalam tabung.
6).
Agar Tioglikolat/Tarrozi (Perbenihan Anaerob)
Perbenihan
tioglikolat, mengandung asam tioglikolat yang dapat mengikat oksigen sehingga tercapai
suasana anaerob dalam perbenihan. Perbenihan Tarrozi, kaya akan enzim peroksidase
sehingga zat toksik (H2O2) yang dihasilkan Clostridium tetani berubah menjadi tidak
toksik (H2O dan O2) dan kuman dapat tumbuh terus dalam perbenihan.
7).
Agar TCBS dan Agar Monsur
Agar
TCBS (thiosulfat citrat bile sucrose), Agar Monsur (mengandung telurit gelatin
agar atau agar bulyon alkalis yang mengandung
Na-tourokholat), digunakan untuk mengisolasi genus Vibrio. Setelah diinkubasi
selama 24 jam pada suhu 37o C di atas media berwarna hijau kehitaman koloni
akan terlihat bundar berwarna kuning muda, transculent dan permukaannya rata.
8).
Agar Coklat atau Thayer-Martin
Media
agar coklat (Thayer-Martin) merupakan media terpilih untuk genus Neisseria.
Untuk pertumbuhannya diperlukan suasana anaerob(fakultatif) dengan sedikit gas
CO2 dan tidak boleh kekeringan, sehingga pembiakan yang cocok digunakan dalam
eksikator yang diberi kapas basah pada bagian bawah petri yang berisi biakan.
9).
Media Agar Lowenstein-Jensen
Media
padat tersebut banyak digunakan untuk perbenihan genus Mycobacterium, bakteri
ini dapat tumbuh walaupun dalam waktu relatif lama, kecuali jenis atipik
golongan “rapid growers” dapat tumbuh dalam 3-7 hari.
Aktivitas Biokimia Mikroorganisme
Mikroorganisme dapat dipisahkan dan diidentifikasi
karena berbagai alasan yaitu: Determinasi patogen yang bertanggung jawab
terhadap penyakit menular. Seleksi dan isolasi strain mikroorganisme fermetatif
penting untuk industri penghasil alkohol, pelarut, vitamin, asam organik,
antibiotik, dan industri enzim. Isolasi dan perkembangan strain mikrobia yang
cocok untuk pabrik dan peningkatan kualitas dan rasa dalam bahan-bahan makanan
tertentu seperti yogurt, keju, produk susu.
Uji
Aktivitas Biokimia Mikroorganisme
Pengubahan biokimia tersebut penting untuk fungsi
dan pertahanan sel, dan sebagai dasar metabolisme seluler. Akibat proses-proses
metabolime tersebut produk metabolik dibentuk dan diekskresikan oleh sel ke
lingkungan. Pengujian produk akhir tersebut tidak hanya membantu dalam
identifikasi sistem enzim spesifik, tetapi juga untuk mengidentifikasi, memisahkan,
dan mengklasifikasi mikroorganisme. Berikut ini sebuah skema sederhana tentang
prosedur percobaan untuk mempelajari aktivitas eksoenzim dan endoenzim pada mikroorganisme.
1.
Fermentasi
Karbohidrat
Kemampuan memfermentasikan berbagai karbohidrat dan produk
fermentasi yang dihasilkan merupakan ciri yang dapat diidentifikasi pada
mikroorganisme. Hasil akhir dari fermentasi karbohidrat ini ditentukan oleh
sifat mikroba, media biakan yang digunakan, serta faktor lingkungan antara lain
pH dan suhu. Media fermentasi harus mengandung senyawa yang dapat dioksidasi
dan difermentasikan oleh mikroorganisme. Glukosa merupakan senyawa yang paling
sering digunakan oleh mikroorganisme dalam proses fermentasi itu. Selain itu
terdapat pula media sukrosa dan laktosa.
Beberapa mikroorganisme seperti E. coli, dapat menggunakan laktosa
sebagai sumber karbon. Selain laktosa, substrat alamiah dari enzim, adalah
bahan yang sangat penting, ONPG (o-nitro-phenyl-β-Dgalactopyranoside), dapat
digunakan pula. Β-galaktosidase dapat mengkatalisis ONPG dengan reaksi sebagai
berikut :
ONPG tidak berwarna tetapi setelah hidrolisis menjadi
o-nitrofenol, akan timbul warna kuning pada larutan yang alkali. Tes ini dapat
digunakan utuk identifikasi beberapa jenis bakteri.Berikut ini beberapa jenis
bakteri yang mampu melakukan fermentasi terhadap karbohidrat serta hasil
fermentasinya, adalah :
a) Fermentasi asam laktat : bakteri asam laktat (Streptococcus,
Lactobacillus)
b) Fermentasi alkohol : Zygomonas, Saccharomycetes
c) Fermentasi asam propionate : bakteri asam propionate (Propionibacterium)
d) Fermentasi 2,3-butanadiol : Enterobacter, Serralia,
Bacillus.
e) Fermentasi asam campuran : bakteri
enterik (Escherichia, Enterobacter, Salmonella, Proteus)
f) Fermentasi asam butirat : Clostridium
2.
Uji
MRVP
Uji metil red digunakan untuk menentukan adanya fermentasi asam
campuran. Dimana beberapa bakteri dapat memfermentasikan glukosa dan
menghasilkan berbagai produk yang bersifat asam sehingga akan menurunkan pH
media pertumbuhannya menjadi 5,0 atau lebih rendah. Uji ini dilakukan untuk
menghasilkan asam melalu proses hidrolisis yang menghasilkan asam organik
sederhana.
Pengujian dengan menggunakan metil merah, Voges-Proskeuer, Uji
Indole serta uji penggunaan sitrat sering dikenal sebagai tes IMViC (indole, methyl
red, Voges-Proskueur, dan citrate, serta “i” adalah merupakan huruf
penghubung). Tes IMViC ini digunakan untuk membedakan beberapa bakteri golongan
Enterobacteriaceae, berdasarkan kemampuannya dalam memfermentasi glukosa
dan laktosa, penguraian triptosan yang menghasilkan indole serta adanya enzim
sitrat permease yang mampu menguraikan natrium sitrat dari medium khusus yang
digunakan.
3.
Uji
katalase
Katalase adalah enzim yang mengkatalisasikan penguraian hydrogen
peroksida (H2O2) menjadi air dan O2. Hidrogen peroksida terbentuk sewaktu
metabolisme aerob, sehingga mikroorganisme yang tumbuh dalam lingkungan aerob
dapat menguarikan zat toksik tersebut.Uji katalase ini dilakukan untuk mengidentifikasi
kelompok bakteri bentuk kokkus, dalam membedakan Staphylococcus dan
Streptococcus. Dimana kelompok streptococcus bersifat katalase negative dan
Staphylococcus bersifat katalase positif.
Beberapa bakteri yang memiliki flavoprotein dapat mereduksi O2
dengan menghasilkan hidrogen peroksida (H2O2) atau superoksida (O2-). Kedua
bahan ini merupakan bahan yang toksik dan menghancurkan kompenen sel dengan
sangat cepat. Bakteri harus dapat mempertahankan diri seperti dengan produksi
O2 atau akan terbunuh.Beberapa bakteri dapat memproduksi enzim yang dapat
mengkatalisis superoksids yaitu peroksida dismutase, dan juga katalase atau
peroksidase yang dapat mendekstruksi hidrogen peroksida.
4.
Uji
Produksi Indol
Mikroorganisme menggunakan asam amino sebagai pemuka protein,
komponen sel dan kadang kala sebagai sumber energi. Asam amino ini
dimodifikasikan dengan berbagai cara sewaktu metabolisme.. Dimana modifikasi
asam amino dapat digunakan untuk pengidentifikasian untuk suatu jenis bakteri. Untuk
uji ini, digunakan medium cair yang kaya akan triptofan yaitu dalam bentuk tripton
1% sebagai sumber karbon. Indol yang terbentuk akan berwarna merah dengan
penambahan reagen Kovach atau Erlich yang mengandung p-dimetilbenzaldehid.
Dikatakan positif apabila senyawa ini menghasilkan senyawa para amino
benzaldehid yang tidak larut dalam air dan membentuk warna merah pada permukaan
medium.
5.
Uji
deaminase asam amino
Deaminasi adalah proses mengkatalisasi pemindahan gugus amino
(NH2) dari asam amino dan molekul lainnya yang mengandung –NH. Asam organik
yang dihasilkan dapat digunakan mikrooganisme untuk biosintesis. Selain itu,
proses deaminasi menetralisasikan amin yang menghambat pertumbuhan. Uji
deaminasi asam amino dapat digunakan untuk identifikasi mikroorganisme aluran
pencernaan. Untuk melakukan uji ini, mikroorganisme ditumbuhkan dalam medium
biakan yang mengandung asam amino yaitu peptone cair. Dan pada pengamatan
ditambahkan reagen Nessler sebanyak 1 tetes. Reagen Nessler ini merupakan
pereaksi spesifik untuk identifikasi adanya ammonia (NH3).Hasil uji positif
jika pada akhir pengamatan menunjukkan perubahan warna kuning, karena warna
kuning menunjukkan bahwa asam amino telah dideaminasi.
6. Penggunaan
sitrat
Uji sitrat merupakan salah
satu pengujian dari kelompok tes IMViC. Pengujian ini digunakan untuk melihat
kemampuan mikroorganisme menggunakan sitrat sebagai satu-satunya sumber karbon
dan energi. Untuk uji ini digunakan medium sitrat koser (SCA) yang merupakan
medium sintetik dengan Na sitrat sebagai satu-satunya sumber karbon,
NH4+ sebagai sumber N dan indikator BTB (Brom Timol Blue) yang merupakan indikator pH. Bila mikroba mampu menggunakan sitrat, maka asam akan dihilangkan dari medium biakan, sehingga menyebabkan peningkatan pH dan mengubah warna medium dari hijau menjadi biru.
NH4+ sebagai sumber N dan indikator BTB (Brom Timol Blue) yang merupakan indikator pH. Bila mikroba mampu menggunakan sitrat, maka asam akan dihilangkan dari medium biakan, sehingga menyebabkan peningkatan pH dan mengubah warna medium dari hijau menjadi biru.
Citrat permease
Citratase
(alkali), pH meningkat (indicator BTB menunjukkan warna biru).
7. Uji
motility
Motilitas adalah salah satu dari ciri mahluk hidup, begitu pula
dengan mikroorganisme, namun alat geraknya masih sederhana berupa flagella atau
cilia. Bakteri melakukan motilitas dengan menggunakan energi yang diperoleh
dari ATP yang diuraikan oleh koenzim ATP-ase membentuk fosfo a
Tidak ada komentar:
Posting Komentar